PENERAPAN PRINSIP “ULTIMUM REMEDIUM” TERHADAP TINDAK PIDANA ADMINISTRASI

Penulis

  • Elwi Danil Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang

Kata Kunci:

tindak pidana administrasi, ultimum remedium, sanksi pidana

Abstrak

Karakteristik perkembangan hukum pidana Indonesia ditandai oleh semakin “massive”
nya pertumbuhan undang-undang hukum administrasi yang mengandung sanksi pidana,
sehingga melahirkan konsep “administrative criminal law”. Hukum administrasi dipertautkan
dengan hukum pidana disebabkan kurangnya “kepercayaan” kepada sanksi administratif untuk
mempertahankan norma hukum administrasi, sehingga perlu bantuan hukum pidana. Namun
pertumbuhan yang demikian pesat menjadi beban tersendiri bagi hukum pidana yang memiliki
kemampuan terbatas, sehingga menimbulkan “overcriminalizatin”. Karenanya penggunaan
doktrin “ultimum remedium” adalah solusi yang ditawarkan. Doktrin ultimum remedium telah
mengalami perluasan makna yang tidak lagi hanya terbatas pada leval kebijakan legislatif;
melainkan juga telah memasuki tataran implementasi dalam penegakan hukum. Di Indonesia,
doktrin ultimum remedium telah digunakan secara sangat terbatas dalam undang-undang hukum
pidana administrasi, seperti UU Lingkungan Hidup. Praktik penegakan hukum secara implisit
telah menggunakan doktrin ini sebagaimana tergambar dalam beberapa putusan hakim.
Mengingat demikian penting dan strategisnya posisi doktrin ultimum remedium, maka sudah
sangat mendesak diterapkan terhadap pelanggaran hukum administrasi. Tidak saja untuk
mengatasi “overcriminalization”; melainkan juga untuk mengatasi “overcapasity” Lembaga
Pemasyarakatan, sehingga secara ekonomis mengurangi beban negara dan masyarakat. Tapi
doktrin ini tidak boleh digunakan secara general dan membabibuta untuk semua jenis
pelanggaran pidana administratif; melainkan hanya diterapkan secara kasuistis terhadap tindak
pidana administrasi yang tingkat kesalahan pelakunya relatif ringan, dan perbuatan relatif tidak
menimbulkan bahaya atau keresahan masyarakat.

Diterbitkan

2020-10-10
Abstrak viewed = 78 times